Wisata Bukit Apel

KOTA BATU dengan julukannya sebagai kota Apel semakin benah. Anugerah alamnya semakin membuat para insvestor tertarik ikut mengembangkan konsep kota Agropolitan yang di munculkan oleh walikota Batu, Drs. H. Imam Kabul, MSi. MHum. Salah satunya adalahPaguyuban Wisata Bukit Apel Bumi Aji (PWBAB), di Bumi aji kecamatan Bumi Aji sebelah timur laut pusat kota Batu dengan jarak sekitar 15 km.

Wisata Bukit Apel menawarkan jalan-jalan ke kebun apel, petik apel, makan apel sepuasnya juga di lengkapi dengan kegiatan petualangan seperti rafting. Kealamian  yang di sajikan semakin menjadikan daya trik wisata ini. Sebuah home stay (rumah penduduk yang di gunakan untuk penginapan) juga di sediakan untuk wisatawan. Dengan begitu wisatawan dapat lebih dekat dan berinteraksi langsung dengan dengan penduduk sekitar lokasi.

Dari home stay, wisatawan di antar ke lokasi perkebunan apel dengan menggunakan bus yang telah tersedia. Jarak antara  home stay dengan lokasi sekitar 4 km. Jalan beraspal berbelok-belok dan naik turun di hiasi hamparan kebun apel dan perumahan penduduk mendampinggi wisatawan menuju lokasi.

Sebelumnya, para wisatawan disuguhi cara mengelah buah apel menjadi jenang apel, wedang apel(sari aple), kripik apel, dan lain-lain. Baru kemudian tour berlanjut ke lokasi petik apel yang terpisah sekitar 1 km. lahan yang tersedia cukup luas, sekitar 1300 Ha yang merupakan kebun milik warga Bumi aji. Disini wisata yang ditawarkan tidak hanya petik apel, tetapi juga wisata ke gardu pandang untuk menikmati pemandangan kota Batu dari ketinggian. Juga jalan-jalan di sekitar kebun apel baik pagi maupun sore.

Selain itu wisatawan juga mendapatkan hiburan yang menarik, mulai dari tari-tarian bahkan jarananpun di mainkan. Kebanyakan para seniman yang menghibur warga sekitar home stay. tidak hanya itu, aktraksi yang laiinya yaitu rafting., atau biasanya disebut arum jeram. Untuk rafting pihak Paguyuban Wiata Bukit Apel Bumia aji menggandeng batu alam adventure sebagai operatornya. Ada 30-an  jeram dengan durasi waktu 2,5 jam  dan jarak yang ditempuh  6 km yang siap diarungi hingga sampai finish. Sesampai area finish, masakan khas lokal seperti ikan goreng, lalapan dan sambal disajikan. Setelah acara makan siang di pinggir sungai selesai, wisatawan kembali menuju home stay untuk beristirahat.

Pak Supardi, salah seorang anggota PWBAB, membudidayakan beberapa jenis apel seperti rome beauty, manalagi, wanglin dan royal red. Selain jenisnya, terdapat juga dua perbedaan dalam membudidayakannya. Yang pertama, buah apel yang pemeliharaannya menggunakan pestida dan apel organik. jenis terakhir ini memang dalam penggulangan hamanya menggunakan musuh alami. Bila daun pohon apel terkena ulat, sang petani akan memanfaatkan jenis lalat tertentu yang akan  menyerang ulat tersebut. Si lalat akan menanamkan telurnya ke dalam tubuh ulat. Semakin lama telur dalam tubuh ulat tersebut membesar dan keluar dari tubuh ulat tersebut menjadi lalat baru dan ulat tersebut mati demikian seterusnya.

Dan tidak hanya itu, panitia juga menawarkan persewaan pohon apel kepada para tamu yang berminat. Dengan mengeluarkan dana sebesar Rp 250.000,00, seseorang bisa menyewa 1 pohon apel untuk sekali panen. Dengan sewa maksimal 4 pohon / orang, buah yang dihasilkan bisa mencapai 50 kg perpohonan. Penyewa tidak perlu memelihara karena telah dipelihara oleh pemilik kebun. Penyewa hanya tinggal menunggu musim panen tiba.

%d bloggers like this: